Pemuda Jenius Mencari Allah

Seorang pemuda jenius yang baru saja pulang dari Amerika menyelesaikan studinya, setibanya

di rumah langsung menyuruh ayahnya agar mencari seorang kyai yang benar-benar tinggi ilmu

agamanya agar datang ke rumahnya.

Pemuda                   : “Hai, kyai, apa kamu yakin dapat menjawab pertanyaan yang akan saya ajukan pada kamu, sementara di Amerika saja orang jenius tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan saya ini. Saya sendiri gelarnya Phd, lebih pandai daripada kamu?” Apabila kamu mampu menjawab pertanyaan saya, saya akan berguru agama pada kamu !”

Kyai                           : “Insya Allah dengan hidayah Allah pertanyaan kamu akan dapat saya jawab. Silahkan apa yang ingin kamu tanyakan?”

Pemuda                   : “Apakah Allah itu benar-benar ada? Kalau memang ada, coba buktikan kepada saya !”

Kyai                           : “Plaaaak…!!” (Tanpa basa-basi Si Kyai menempeleng pipi pemuda itu)

Pemuda                   : “Kenapa kamu nempeleng saya? Apa-apaan ini?” (Pemuda itu marah karena merasa kesakitan)

Kyai                           : “Emang sakit?”

Pemuda                   : “Ya, iya, sakit dong !”

Kyai                           : “Kalau memang sakit, mana sakitnya?  Tunjukkan kepada saya !”

Pemuda                   : “Ya, ga bisa dong !”

Kyai                           : “Ya, itulah Allah. Bisa dirasakan keberadaannya, namun tidak bisa ditunjukan !”

Pemuda                   : “Ok, masuk akal. Sekarang, apa yang dimaksud dengan takdir ?”

Kyai                           : “Apakah kamu pernah mimpi sebelumnya bahwa hari ini akan ditempeleng saya?”

Pemuda                   : “Tidak ! Mana mungkin terjadi, orang kenala saja baru sekarang ?”

Kyai                           : “Ya, itulah takdir !”

Pemuda                   : “Ok ! Lalu kenapa syetan yang diciptakan dari api dimasukan ke neraka yang terbuat dari api? Ini tidak mungkin menyakitkan bagi syetan, karena sama-sama memiliki unsur yang sama?”

Kyai                        : “Bukankah pipi kamu dan tangan saya terbuat dari unsur yang sama? Mengapa tempelengan saya terasa sakit?” Jika Allah menghendaki, segalanya bisa terjadi”.

Pemuda                   : “Hmmmm…..Ok, ok, ok, ……Saya siap berguru pada Pak Kyai”

Tinggalkan komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar, Mohon jangan Spam. Spam dan cantuman link akan saya hapus !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s