Satelit Jatuh Melintas di Indonesia

 Satelit Jatuh Melintas di Indonesia
           Satelit luar angkasa dengan berat sekitar lima ton yang jatuh ke bumi melintas di atas Kepulauan Indonesia. Satelit sebesar Bus Kota itu sepertinya akan segera menabrak Bumi.
“UARS akan terdeteksi oleh Track-It melewati Indonesia mulai tanggal 21 September 2011 pada pukul 16:15 WIB dengan ketinggian sekitar 200 km melintas dari selatan ke utara melewati wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi,” tulis website Lembaga Penerbangan dan Antariksa di foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit.
UARS dapat dipantau saat melewati Indonesia secara realtime pada menu [Pemantauan Realtime] website tersebut, dibagian menu utama sebelah kiri.
Namun, tempat pasti jatuhnya satelit masih belum dapat dipastikan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan serpihan dan bahkan sisa satelit yang terakhir akan berjatuhan di wilayah Indonesia.
“Pada umumnya, satelit dikatakan jatuh saat ketinggiannya dibawah 122 km. Jika nantinya masyarakat menemukan pecahan satelit ini dilarang untuk menyentuhnya terkait bahaya radiasi dan segera laporkan ke Kepolisian setempat,” sambung rilis tersebut.
Pemantauan terakhir LAPAN memberikan kesimpulan sementara Indonesia aman dari kejatuhan satelit itu.
Sementara itu, para ilmuwan di Orbital Debris Program Office NASA memperkirakan setidaknya ada 26 potongan besar dari Satelit Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) tersebut yang akan mencapai bumi. Berat totalnya diperkirakan sebesar 532 kg.
Badan Antariksa pun memprediksi kemungkinan serpihan satelit menghujam manusia sebesar 1:3.200.
Sepanjang sejarah belum pernah diberitakan terjadi korban manusia akibat benda jatuh dari angkasa. Sebab, permukiman manusia jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lahan kosong ditambah luas samudera yang lebih besar dari daratan.
Upper Atmosphere Research Satellite sendiri berbobot 6,5 ton dan diprediksi jatuh antara 57 lintang utara dan 57 lintang selatan, termasuk Indonesia. UARS Diluncurkan oleh lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat pada September 1991, satelit ini bertugas mempelajari lapisan ozon di lapisan teratas atmosfer Bumi. Pada  15 Desember, UARS resmi dipensiunkan oleh NASA pada ketinggian 575 dan inklinasi 57 derajat.
Sebagian besar satelit akan terbakar di atmosfer, menyisakan 532 kilogram mesin yang sampai di Bumi. Dari jumlah ini pecahan paling berbahaya adalah sebuah kotak seberat 158 kilogram dengan kecepatan 44 meter per detik yang akan menghantam daerah seluas 2 meter persegi. Selain itu juga terdapat beberapa rangka titanium seberat 25-60 kilogram yang ikut terjatuh pada kecepatan tinggi. Satelit itu diperkirakan akan jatuh pada Sabtu (22/9/2011).(adi/waa). Sumber : http://erabaru.net/top-news/37-news2/27878-satelit-jatuh-melintas-di-indonesia. Lebih lengkap klik ini

Silahkan Tinggalkan Komentar, Mohon jangan Spam. Spam dan cantuman link akan saya hapus !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s