You Tube dan Facebook Jadi Media Belajar

JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan bahwa di era informasi kini sudah tidak zaman lagi para tenaga didik atau guru gagap terhadap teknologi. Teknologi diharapkan menjadi kesatuan dalam pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang lebih aktif dan mandiri. Hal tersebut diungkapkan Mendiknas dalam sambutannya yang disampaikan secara tertulis dalam acara “Intel Education Awards 2010”, Senin (16/8/2010) di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.
Seruan Mendiknas tersebut rupanya sudah terlebih dulu diterapkan oleh enam guru berprestasi yang dipilih dari seluruh Indonesia. Guru TK Negeri Pembina I Bengkulu, Emilda Sulasmi, misalnya, ia menerapkan penggunaan laptop dan komputer kepada murid TK.
“Saya sudah mencoba pembelajaran multimedia dengan menggunakan media laptop dan komputer sebagai basis pembelajaran di TK. Bagaimana mengenal huruf dan membacanya,” ungkap Emilda peraih Juara I Guru Berprestasi Intel Education Awards kepada para pewarta. Selama dua tahun Emilda menerapkan metode ini, dan hasilnya cukup memuaskan. Kewajiban murid TK untuk dapat memenuhi kompetensi membaca dan menulis pun akhirnya tercapai.
Selain Emilda, guru SMP Yayasan Pupuk Kaltim, Abdul Hakim, pun menerapkan cara pembelajaran yang unik bagi para muridnya yang baru menginjak remaja. “Karena murid saya remaja, media yang sederhana saja yang saya gunakan seperti e-mail, Yahoo Messenger, Facebook, dan YouTube yang sering digunakan murid,” ujarnya kepada Kompas.com.  Abdul Hakim mengaku memberikan tugas kepada anak didiknya bisa dengan media apa saja. Bahkan, dengan menggunakan YouTube, Abdul Hakim yang guru Bahasa Indonesia ini bisa mengkreasikan tugas membuat cerita pendek dan puisi berdasarkan video yang dilihat murid-muridnya di YouTube.
“Dengan cara ini, saya bersyukur murid-murid jadi lebih semangat belajar Bahasa Indonesia yang sebelumnya dinilai membosankan,” ungkap guru yang menyabet gelar Juara II Guru Berprestasi dalam Intel Education Awards ini.
Emilda dan Abdul Hakim adalah contoh kecil dari guru-guru berprestasi lainnya yang mampu berkreasi dalam metode pembelajarannya. Dengan metode kreatif tersebut, bangsa ini pun bertaruh kepada para pahlawan tanpa tanda jasa untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Silahkan Tinggalkan Komentar, Mohon jangan Spam. Spam dan cantuman link akan saya hapus !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s