Radang Testis

Orchitis2-radang buah zakarTepat sehabis shalat maghrib aku menengok kakak ipar ke rumahnya, karena mendengar bahwa ia sedang kesakitan karena sakit pelih (Sunda=testis).

Ternyata benar adanya dia sedang kesakitan yang nampaknya luar biasa sakitnya. Dengan beberapa pengalaman yang pernah aku lihat, maka spontan aku katakan bahwa itu adalah penyakit hernia (dugaan sementara). Dengan prinsip “penyakit jangan dianggap sepele” serta melihatnya tidak tega, maka aku membawa kakak ipar tersebut ke dokter praktek terdekat.

Huwalah, ternyata setelah diperiksa oleh dokter, bukanlah penyakit hernia, tetapi radang buah zakar. Baru kali ini aku mendengar penyakit itu. Penasaran, malam itu juga aku mencari tahu tentang penyakit itu dengan bertanya kepada Mbah Google. Alhamdulillah terjawab,  dan berikut ini ulasan ringkasnya.
Orchitis adalah proses inflamasi (peradangan) satu atau kedua biji testis (zakar), paling sering disebabkan/bersamaan dengan virus yang menyebabkan gondongan (mumps). Setidak-tidaknya 1/3 laki-laki yang terkena mumps setelah akil baligh akan terkena orchitis.
Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri, termasuk didalamnya penyakit menular seksual (PMS = STD), seperti gonorrhea atau chlamydia. Orchitis bakterial, sering akibat dari epididymitis, suatu peradangan saluran sperma (epididymis). Gejala orchitis biasanya timbul mendadak, bisa berupa: pembengkakan testis, nyeri serta gejala infeksi secara umum seperti demam, mual-muntah, nyeri sendi serta gejala lokal lainnya seperti adanya duh tubuh (cairan dari penis) dan adanya darah dalam ejakulat.
Komplikasi orchitis bisa berupa: testis yang mengecil (atropi), abses (nanah) pada kantong testis, dan infertilitas (susah punya anak), terutama jika terkena kedua testis.
Pengobatan tergantung penyebab. Untuk yang disebabkan oleh virus, bertujuan menghilangkan gejala-gejala yang ada. Dokter akan memberikan obat anti nyeri/anti demam, obat anti peradangan non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen.
Dianjurkan bed rest, meninggikan posisi testis serta kompres dingin. Untuk yang disebabkan bakteri, selain obat-obatan di atas juga diperlukan pemberian antibiotika. Antibiotik yang biasa dipakai antara lain ceftriaxone, ciprofloxacin, doksisiklin, azithromycin dan kotrimoksazol.
Pastikan sebelumnya tidak ada alergi terhadap obat-obat dimaksud. Dan habiskan antibiotika yang diberikan walaupun gejala penyakitnya sudah mereda.
Saat ini sudah tersedia vaksin untuk mumps yaitu MMR (measles, mumps, rubella) dan MMRV (MMR plus varisela)(untuk usia 1-12 tahun).
Sumber: MayoClinic (dalam blog dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.) di petir-fenomenal

Silahkan Tinggalkan Komentar, Mohon jangan Spam. Spam dan cantuman link akan saya hapus !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s