Rahasia Umur Manusia

Oleh
INSTRUKTUR
persepupuan 
Januari 2007

AWAL ZAMAN HARI-PERTAMA
Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Tuhan berkata kepada sang sapi “Hari ini kuciptakan kau!
Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput.
Kau harus bekerja di sawah diterik matahari sepanjang hari.
Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.”
Sang Sapi keberatan
“Mhooowwww….Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadaMu yang 30  
 tahun……Mmooowww“.
Maka setujulah Tuhan.
HARI KE-DUA
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.
“Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!”
Sang monyet menjawab “Nguik..nguik..What? Menghibur mereka dan membuat  mereka
tertawa? . 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padaMu!  ….. Nguik!
Maka setujulah Tuhan.
HARI KETIGA
Tuhan menciptakan anjing.
 “Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang
mendekat kau harus menggonggongnya.
Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!”
Sang Anjing menolak : “Gug! gug!..Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ?
No way! GGrrhhh… Kukembalikan 10 tahun padaMu”.
Maka setujulah Tuhan.
HARI KE-EMPAT
Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.
Sabda Tuhan: “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25
tahun!”
Sang manusia keberatan, katanya “Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Walah! Itu
terlalu pendek Tuhan.
Let’s make a deal.
Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu
padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?”
Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA ……….
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan
Kita makan, tidur dan bersenang-senang saja.
30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, harus bekerja
keras sepanjang hari untuk menopang hidup keluarga kita.
10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan
sebagai monyet yang menghibur dan membuat tertawa.
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan
menggonggong kepada orang yang lewat, seperti anjing penjaga…
 
RENUNGAN 
Haruskah manusia menghabiskan waktunya seperti itu?
Perlukah ada pengaturan waktu dalam kehidupan manusia?
Seperti apa hak azasi manusia yang perlu kita perjuangkan, agar kehidupan manusia

layak untuk kita miliki?

Silahkan Tinggalkan Komentar, Mohon jangan Spam. Spam dan cantuman link akan saya hapus !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s